Berbelanja online sudah bisa menjadi hal yang umum bagi generasi millenial. Dengan banyaknya transaksi online saat ini, tindak kejahatan online pun kerap terjadi. Sedihnya, hal tersebut membuat orang yang belum pernah bertransaksi online menjadi ragu untuk bertransaksi online. Sebelum bertransaksi online, pastikan kamu mencari review dari penjual tersebut, pastikan juga kamu bertransaksi menggunakan rekening marketplace atau rekening bersama.

Kebanyakan penipuan online terjadi dalam bentuk modus hadiah. Orang-orang yang masih kurang mengerti menjadi sasaran empuk sang pelaku. Bermula dari sms atau telpon, korban diiming-imingi hadiah dan digiring untuk memberitahukan data pribadi dan melakukan transfer ke rekening pelaku dengan cara tertentu. Untuk kamu yang sudah terlanjur menjadi korban dari penipuan online, kamu masih bisa melakukan hal berikut untuk mencoba mendapatkan kembali uang kamu.

1. Buat Laporan ke Email Polri bagian Cybercrime

Dengan mulai banyaknya tindak kejahatan online, Polri tidak akan berpangku tangan. Mereka membuat bagian cybercrime untuk menindaklanjuti segala bentuk tindak kejahatan online. Langkah tercepat yang dapat kamu lakukan adalah membuat laporan untuk tindak penipuan online melalui email ke cybercrime@polri.co.id, pastikan kamu menjelaskan kronologi kejadian beserta lampiran bukti transfer atau bukti kejadian lainnya.

2. Buat Laporan ke Kantor Polisi

Setelah membuat laporan melalui email ke bagian cybercrime, kamu bisa lanjut melaporkan kejadian penipuan tersebut ke kontor polisi terdekat. Kamu bisa menceritakan kronologi penipuan beserta barang bukti yang bisa digunakan untuk memperkuat laporan kamu. Setelah melewati serangkaian prosedur untuk pembuatan Surat Tanda Penerimaan Laporan, kamu akan menerima surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidik.

3. Buat Laporan ke Bank

Closeup of a cute business woman with headset at workplace

Kamu sekarang sudah memiliki bukti yang kuat untuk penipuan yang terjadi, selanjutnya kamu bisa melaporkan rekening pelaku ke bank terkait agar nomor rekening tersebut dibekukan atau diblokir. Kamu bisa menggunakan surat keterangan dari polisi untuk membuat laporan ini. Pihak bank kemudian akan mecoba menjadi mediator antara pelaku dan kamu sebagai korban agar pelaku mau mengembalikan uang yang sudah kamu berikan.

Baca Juga  3 Fakta Penyebab Ahok Menangis

Itu dia langkah yang dapat kamu lakukan jika kamu sudah terlanjur menjadi korban tindak kejahatan online. Kamu harus ingat ya, bank hanya akan berusaha menjadi mediator, jadi bank tidak akan bisa mengembalikan uang kamu yang sudah ditransfer, bagaimanapun, hanya pelaku yang dapat mengembalikan uang kamu kembali. Penipuan mandiri e-cash adalah salah satu jenis penipuan yang sering terjadi karena kurangnya pengetahuan korban akan keamanan bertransaksi. Lamu harus berhati-hati agar tidak menjadi korban para penjahat online ya. Be smart guys!

LEAVE A REPLY